Hubungan antara Mindfulness dengan Depresi pada Remaja
Endang Fourianalistyawati, Ratih Arruum Listiyandini
Journal Psikogenesis February 1, 2018 DOI: 10.24854/jps.v5i2.500 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Correlational quantitative study Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 200 |
| Population | Indonesian adolescents |
| Measures | Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ), Beck Depression Inventory (BDI) |
| Topics | Meditation |
| Citations | 10 |
| Key points | Mindfulness and depression were negatively and significantly correlated among 200 Indonesian adolescents, especially for the facets acting with awareness and non-judging of inner experience: higher scores on these facets were associated with lower depression scores. |
Abstract
Depresi merupakan gangguan mental yang umum terjadi di dunia, namun tetap menjadi suatu faktor kontribusi pada penurunan kecepatan penyembuhan berbagai penyakit lain. Prevalensi gangguan depresif mayor merupakan salah satu yang tertinggi dan angka tersebut terus meningkat sepanjang sepuluh tahun belakangan ini. Beberapa faktor yang berperan terhadap penurunan depresi banyak dilakukan. Salah satu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa individu yang mengalami depresi atau simtom depresi cenderung memiliki tingkat mindfulness yang rendah, dibuktikan dengan aktivitas neural yang bertolak belakang pada individu yang depresi dan individu yang memiliki tingkat mindfulness yang tinggi. Mindfulness merupakan kemampuan seorang individu untuk sadar dan memerhatikan setiap detil kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dengan kemampuan disposisional untuk mindful, individu dapat menerima setiap pengalaman yang terjadi dengan reseptif dan terbuka, sehingga kecil kemungkinan individu untuk melakukan ruminasi. Individu dengan kemampuan mindfulness yang tinggi cenderung memiliki tingkat depresi yang rendah, sebaliknya individu yang dengan tingkat depresi tinggi diketahui memiliki tingkat mindfulness yang rendah. Hanya sedikit publikasi yang telah mendiskusikan depresi pada remaja secara menyeluruh, meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa awal kemunculan depresi dimulai sejak awal periode kehidupan tersebut. Mengetahui hubungan antara mindfulness dan depresi pada remaja di Indonesia diperlukan sebagai landasan awal untuk penelitian selanjutnya dan memberikan panduan untuk terapi mindfulness dalam mengatasi depresi pada remaja di Indonesia. Menggunakan metode kuantitatif dan desain korelasional, Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) dan kuesioner depresi yaitu BDI, disebarkan kepada 200 remaja. Dari hasil analisis menggunakan korelasi Spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara mindfulness dan depresi, terutama pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi skor mindfulness pada dimensi acting with awareness dan non judging of inner experience, maka semakin rendah skor depresi yang dimiliki remaja.
Citations in the library
Cites 4
- The benefits of being present: Mindfulness and its role in psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology 2003
- Mindfulness-based cognitive therapy for preventing relapse in recurrent depression: A randomized dismantling trial. Journal of Consulting and Clinical Psychology December 3, 2013
- Dispositional mindfulness and depressive symptomatology: Correlations with limbic and self-referential neural activity during rest. Emotion 2010
- Mapping mindfulness facets onto dimensions of anxiety and depression. Behavior Therapy February 26, 2013