Mindfulness-based Cognitive Therapy (MBCT) Berbasis Kelompok untuk Menurunkan Gejala Depresi pada Remaja
I Gusti Ayu Agug Prami Yulianarista, Ike Herdiana
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN September 8, 2025 DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.808 (opens in new tab)
Summary
AI-generated from the abstractAdolescence is a transitional period between childhood and adulthood. Depression in adolescents is not merely ordinary sadness or stress but a serious condition that affects their behavior, emotions, and thinking. Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) can train adolescents to develop metacognitive awareness—the ability to observe thoughts as temporary mental events rather than absolute truths. Through mindfulness practice, adolescents learn to become observers of their emotions, creating space between themselves and emotional experiences, allowing more flexible and adaptive responses. This study examined MBCT's effectiveness in reducing depressive symptoms in four adolescents, using BDI-II scores before and after MBCT.
Study at a glance
| Characteristics | Mixed methods (quantitative and qualitative) pre-post intervention Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 4 |
| Population | Adolescents with depressive symptoms |
| Intervention | Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) |
| Key finding | MBCT produced a large effect size (-0.92) in reducing depressive symptoms among adolescents, though the result was not statistically significant (p=0.066). |
Abstract
Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak dan masa dewasa. Depresi pada remaja bukan sekadar perasaan sedih atau stres biasa, melainkan kondisi serius yang permanen dan memengaruhi perilaku, emosi, serta cara berpikir mereka. MBCT dapat melatih remaja mengembangkan metacognitive awareness, yaitu kemampuan untuk mengamati pikiran sebagai peristiwa mental yang sementara, bukan sebagai kebenaran mutlak. Melalui latihan mindfulness, remaja belajar untuk menjadi "pengamat" emosi mereka, menciptakan ruang antara diri mereka dan pengalaman emosional, yang memungkinkan respons yang lebih fleksibel dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas MBCT dalam menurunkan gejala depresi pada remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif dalam menentukan efektivitas MBCT terhadap depresi pada remaja. Sebanyak 4 subjek dalam penelitian ini diwawancara, dinilai dengan skor BDI-II (Beck Depression Inventory) sebelum dan setelah diberikan MBCT. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis non-parametrik dikarenakan subjek yang diteliti hanya 4 orang. Berdasarkan analisis wilcoxon didapatkan hasil tidak signifikan dengan p=0.066, namun dengan besar efek -0.92 yang menandakan adanya efek yang besar dalam penurunan gejala depresi dengan MBCT. Hasil ini ditunjang dengan adanya peningkatan pemahaman remaja terkait depresi dan konsep mindfulness serta peningkatan remaja terkait aplikasi koping emosi yang adaptif.