Pengaruh Intervensi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien di Rumah Sakit Jiwa
Kurniawati Kurniawati, Saldi Yusuf, Surya Prihatini, Andi Adriana Amal, Aulya Kartini Dg Karra
Malahayati Nursing Journal September 28, 2026 DOI: 10.33024/mnj.v8i10.26215 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | One-group pretest-posttest design Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 44 |
| Population | Psychiatric outpatients diagnosed with mild to severe depression at a psychiatric hospital in South Sulawesi, Indonesia |
| Intervention | body scanning |
| Duration | Two-week intervention |
| Measures | Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) |
| Topics | Meditation |
| Key points | Depression scores on the DASS-42 decreased significantly after two weeks of mindfulness therapy, with the mean falling from 21.09 to 14.11 (p 0.0001). The authors conclude that mindfulness therapy may be an effective non-pharmacological addition to psychiatric care, while the single-group design limits causal inference. |
Abstract
ABSTRACT Depression is a common mental health disorder among psychiatric patients, often requiring effective therapeutic interventions. Mindfulness-based interventions have gained attention for their potential to reduce symptoms of depression and improve emotional regulation. However, there is a need to explore their specific impact on patients in psychiatric settings. This study aimed to evaluate the effect of mindfulness therapy on reducing depression levels in psychiatric patients in outpatient settings. The study employed a one-group pretest-posttest design. A total of 44 psychiatric patients diagnosed with mild to severe depression were selected using purposive sampling from a psychiatric hospital in South Sulawesi, Indonesia. Depression levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) before and after a two-week mindfulness therapy intervention. The intervention consisted of six mindfulness techniques, including mindful breathing, body scanning, and awareness of present emotions. Data analysis was performed using paired t-tests to assess the difference in depression scores. The results revealed a significant reduction in depression scores after the mindfulness intervention, with a mean score decreasing from 21.09 (pretest) to 14.11 (posttest), p 0.0001. Participants reported feeling calmer, more focused, and better able to cope with emotional challenges after the intervention. Mindfulness therapy significantly reduces depression levels in psychiatric patients, highlighting its potential as an effective, non-pharmacological intervention. The therapy helps individuals become more aware of their thoughts, emotions, and bodily sensations, leading to better emotional regulation and a reduction in depressive symptoms. These findings suggest that mindfulness therapy can be a valuable addition to psychiatric care. Keywords: Mindfulness Therapy, Depression, Psychiatric Patients, DASS-42. ABSTRAK Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang umum terjadi pada pasien kejiwaan dan seringkali memerlukan intervensi terapeutik yang efektif. Intervensi berbasis mindfulness semakin mendapat perhatian karena potensinya dalam mengurangi gejala depresi dan meningkatkan regulasi emosi. Namun, masih diperlukan kajian lebih lanjut terkait dampaknya secara spesifik pada pasien di setting pelayanan kejiwaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi mindfulness dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien kejiwaan di layanan rawat jalan. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest. Sebanyak 44 pasien kejiwaan yang didiagnosis mengalami depresi ringan hingga berat dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari sebuah rumah sakit jiwa di Sulawesi Selatan, Indonesia. Tingkat depresi diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42)sebelum dan setelah intervensi terapi mindfulness selama dua minggu. Intervensi terdiri dari enam teknik mindfulness, termasuk mindful breathing, body scan, dan kesadaran terhadap emosi saat ini. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan skor depresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan skor depresi setelah intervensi mindfulness, dengan nilai rata-rata menurun dari 21,09 (pre-test) menjadi 14,11 (post-test), p 0,0001. Partisipan melaporkan merasa lebih tenang, lebih fokus, dan lebih mampu menghadapi tantangan emosional setelah intervensi. Terapi mindfulness secara signifikan menurunkan tingkat depresi pada pasien kejiwaan, sehingga berpotensi menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif. Terapi ini membantu individu menjadi lebih sadar terhadap pikiran, emosi, dan sensasi tubuh, yang berdampak pada peningkatan regulasi emosi serta penurunan gejala depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi mindfulness dapat menjadi tambahan yang berharga dalam pelayanan keperawatan dan kesehatan jiwa. Kata Kunci: Terapi Mindfulness, Depresi, Pasien Kejiwaan, DASS-42, Intervensi Kesehatan Mental.