Penerapan Mindfulness untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Mahasiswa STAB Negeri Raden Wijaya
Tri Suyatno, Luwes Yuliyana, Aditya Ananda Wibowo, Danu Wirawan, Karisma Aulia
PATISAMBHIDA Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama July 20, 2026 DOI: 10.53565/patisambhida.v7i1.3075 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Qualitative phenomenological study Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 5 |
| Population | Students at STABN Raden Wijaya Wonogiri |
| Intervention | Mindfulness |
| Topics | Meditation |
| Key findings | Argues that consistent mindfulness practice, integrated with Buddhist spiritual values, cultivates six values tied to emotional intelligence—self-control (sīla), equanimity (upekkhā), empathy, wisdom (paññā), patience (khanti), and inner joy (mudita)—and helps students manage emotions and build mental-spiritual resilience under academic and social pressure. |
Abstract
Penelitian ini mendeskripsikan penerapan mindfulness untuk meningkatkan kecerdasan emosionalmahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri di tengah tekanan akademik dan sosial. Menggunakanmetode kualitatif fenomenologis dengan lima informan, data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan telaah teks Buddhis (Satipaṭṭhāna Sutta dan Dhammapada) sebagai kerangka reflektif.Hasil menunjukkan bahwa praktik mindfulness yang konsisten menumbuhkan enam nilai Buddhisterkait kecerdasan emosional: pengendalian diri (sīla), keseimbangan batin (upekkhā), empati,kebijaksanaan (paññā), kesabaran (khanti), serta kebahagiaan batin (mudita). Temuan ini diperkuatriset psikologis tentang regulasi emosi dan efek neurobiologis mindfulness. Mindfulness yangdipadukan nilai spiritual Buddhis efektif membantu mahasiswa mengelola emosi dan membangunketahanan mental-spiritual.
Comparable studies
Other qualitative studies on meditation, most cited first.