Mindscape Collective is now The Consciousness Library. Same library, new name. You may need to sign in again. About the change
Skip to content

Peningkatan Kecerdasan Emosional untuk Keadilan Sosial: Studi Kasus Pelatihan Vipassana Bhavana di Komunitas Vipassana Bhavana Bimbingan YM. Jinadhammo Mahathera, Maha Cetya Prajna Buddhists Center Medan

Nie Lie, Ong Cin Siu, Panir Selwen, Lamirin Lamirin

Journal of Humanity and Social Justice March 11, 2024 DOI: 10.38026/jhsj.v6i1.26 (opens in new tab)

Summary

AI-generated from the abstract

Regular vipassana bhavana training, guided by YM. Jinadhammo Mahathera, aims to address human emotional and life difficulties by developing insight (vipassana) and mindfulness (sati). The practice helps individuals see life as impermanent (anicca) and free from attachment to greed, hatred, ignorance, and suffering, ultimately leading to Nibbana. A quantitative study of 45 community members found that vipassana bhavana training accounted for 71.7% of the variance in emotional intelligence, with the remaining 28.3% explained by other factors. The training had a positive and significant effect on emotional intelligence.

Study at a glance

Characteristics Quantitative study Peer reviewed
Sample size 45
Population Members of a vipassana bhavana community
Key finding Vipassana bhavana training had a positive and significant effect on emotional intelligence, accounting for 71.7% of its variance.

Abstract

Pelatihan vipassana bhavana bimbingan YM. Jinadhammo Mahathera, yang diadakan secara rutin di komunitas vipassana bhavana, bertujuan untuk menjawab problematika dalam dinamika kehidupan manusia dan emosinya. Manusia cenderung dikuasai oleh nafsu keinginan, pikiran, dan emosi negatif yang sulit dikendalikan, yang mengakibatkan stres, depresi, ketakutan, kekhawatiran, dan reaksi destruktif lainnya. Solusi untuk mengatasi problematika ini adalah melalui pelatihan vipassana bhavana, yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang. Pandangan terang memungkinkan individu melihat fenomena kehidupan dengan jernih, menyadari bahwa kehidupan selalu berubah (anicca) dan dipengaruhi oleh keserakahan (lobha), kebencian (dosa), kebodohan (moha), dan penderitaan (dukkha) yang berputar dalam siklus yang tak terputus, hingga mencapai keadaan anatta (tanpa aku atau diri), yaitu Nibbana. Pelatihan vipassana bhavana juga mengembangkan kesadaran (sati), yang jika dilatih dengan tekun dan kesungguhan hati, dapat membantu membentuk kecerdasan emosional, kepribadian yang lebih positif, kemampuan beradaptasi, dan sikap yang positif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dengan pikiran yang positif, batin yang jernih, dan kesabaran, individu dapat dengan mudah menemukan solusi untuk mengatasi rintangan dan tantangan yang dihadapi dalam dinamika kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 45 anggota komunitas vipassana bhavana sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi dan regresi linier sederhana, dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05) dan pengolahan data menggunakan program SPSS 25.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel vipassana bhavana memberikan sumbangan sebesar 71,7% terhadap kecerdasan emosional komunitas vipassana bhavana, sementara 28,3% sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari pelatihan vipassana bhavana terhadap kecerdasan emosional komunitas vipassana bhavana.

Comments

No comments yet.

Log in to comment