Optimalisasi Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Pelatihan Mindfulness sebagai Terapi Komplemententer untuk Menurunkan Stres Akademik
Sri Wahyuni, Suharno Suharno, Wini Fitrina Sofyan, Arni Wianti, Pipih Muhopilah, Dian Hadinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa August 12, 2026 DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4891 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | One group pretest-posttest Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 30 |
| Population | University students at Universitas YPIB Majalengka |
| Intervention | Mindful breathing |
| Duration | Two weeks of self-practice |
| Measures | knowledge questionnaire, academic stress instrument |
| Topics | Meditation |
| Key points | The training appeared to improve students' mental health knowledge and academic stress management skills, though the text reports no specific numerical results. The authors suggest mindfulness training as a promotive alternative for student mental health. |
Abstract
Stres akademik merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami mahasiswa akibat tingginya tuntutan akademik, penyesuaian diri, serta tekanan dalam mencapai prestasi. Salah satu terapi komplementer yang dapat membantu individu mengelola stres adalah mindfulness, yaitu latihan kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa memberikan penilaian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan pelatihan mindfulness sebagai upaya membantu mahasiswa mengelola stres akademik. Kegiatan menggunakan desain one group pretest-posttest terhadap 30 mahasiswa Universitas YPIB Majalengka. Kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan mindfulness, praktik mindful breathing, dan latihan mandiri selama dua minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan instrumen stres akademik sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan mindfulness diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan promotif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan mental serta membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan dalam mengelola stres akademik.