STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DEWASA AWAL DAN PENANGANANNYA MELALUI INTERVENSI RELAKSASI DAN MINDFULNESS: STUDI KASUS KONSELING
Reyna Thaharah, Mirrah Nazmi, Gevira Nur Anisa, N. Putri, Mumtaz Afridah
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling April 10, 2026 DOI: 10.33394/realita.v11i1.19004 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Qualitative case study Case report Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 1 |
| Population | A 21-year-old female university student in early adulthood |
| Intervention | Mindfulness |
| Topics | Meditation |
| Key findings | Academic stress in this student was driven by perfectionism, overthinking, poor time management, and external academic demands, affecting physical, cognitive, emotional, and social aspects. Breathing relaxation and mindfulness techniques reduced physical tension, increased self-awareness, and improved emotional regulation. |
Abstract
Stres akademik merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya pada tahap perkembangan dewasa awal yang ditandai dengan beragam tuntutan akademik dan perkembangan diri. Beban tugas yang tinggi, tekanan untuk berprestasi, serta keterbatasan kemampuan adaptasi sering kali memicu munculnya stres akademik yang berdampak langsung pada kondisi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika stres akademik pada mahasiswa dewasa awal serta menganalisis penerapan intervensi relaksasi dan mindfulness dalam membantu pengelolaan stres akademik melalui layanan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam selama proses konseling berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dipengaruhi oleh faktor internal berupa kecenderungan perfeksionisme, overthinking, dan keterbatasan dalam manajemen waktu, serta faktor eksternal seperti tingginya beban tugas, perubahan jadwal perkuliahan, kurangnya kejelasan instruksi akademik, dan ketidakseimbangan dalam kerja kelompok. Stres akademik tersebut berdampak pada aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial subjek. Penerapan teknik relaksasi pernapasan dan mindfulness terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan fisik, meningkatkan kesadaran diri, serta membantu regulasi emosi subjek. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan layanan konseling mahasiswa yang mengintegrasikan intervensi psikologis sederhana, aplikatif, dan berbasis bukti untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.