Mindscape Collective is now The Consciousness Library. Same library, new name. You may need to sign in again. About the change
Skip to content

Analisis Dampak Meditasi Metta Terhadap Mikrobioma Usus dan Kesehatan Mental

Evi Juliani, Lauw Acep

Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial January 31, 2026 DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1387 (opens in new tab) via OpenAlex

Summary

AI-generated from the abstract

A quasi-experimental study examined the impact of an eight-week loving-kindness meditation (Metta) program on gut microbiome composition and mental health in eight participants with mild to moderate anxiety. The intervention group showed significant increases in anti-inflammatory bacteria genera such as Faecalibacterium and Megamonas, alongside significant reductions in anxiety and depression scores measured by DASS-21. Positive correlations were found between microbiome changes and mental health improvements. The findings suggest that regular meditation practice may help manage stress, depression, anxiety, emotional control, heart health, immune function, and pain reduction, supporting meditation as a valuable component in mental health therapy.

Study at a glance

Characteristics Quasi-experimental Peer reviewed
Sample size 8
Population Participants with mild to moderate anxiety
Duration 8-week intervention
Keywords Psychology Humanities
Key finding An eight-week loving-kindness meditation program significantly increased anti-inflammatory gut bacteria and reduced anxiety and depression scores.

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Meditasi-Analisi praktek terhadap Mikrohioma Usus dan Kesehatan Mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari praktik Meditasi Metta (Cinta Kasih) terhadap komposisi mikrobioma usus dan dampaknya pada kesehatan mental, khususnya gejala kecemasan dan depresi. Meditasi Metta, yang merupakan bentuk meditasi loving-kindness, dikenal efektif dalam meningkatkan emosi positif dan mengurangi psikopatologi. Desain penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan pendekatan pra-pasca intervensi. Sebanyak 8 partisipan dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang dibagi menjadi kelompok intervensi Meditasi Metta dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menjalani program Meditasi Metta selama delapan minggu. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi meliputi: 1) Analisis komposisi mikrobioma usus melalui sekuensing 16S rRNA pada sampel feses; dan 2) Pengukuran kesehatan mental menggunakan kuesioner standar (misalnya DASS-21). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada genus bakteri yang dikaitkan dengan efek anti-inflamasi dan produksi asam lemak rantai pendek (misalnya, peningkatan Faecalibacterium dan Megamonas) pada kelompok intervensi, serta penurunan signifikan pada skor kecemasan dan depresi. Korelasi positif ditemukan antara perubahan komposisi mikrobiota dan perbaikan gejala mental. Ada beberapa keuntungan atau manfaat yang dapat di peroleh dari berlatih meditassi setiap hari, diantaranya dapat mengatsi Stres, Depresi dan rasa cemas, Membantu dalam mengontrol Emosi, Menjaga Kesehatan jantung, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan Mengurangi rasa sakit. Temuan ini mencerminkan efek positif yang dapat diandalkan dari meditasi dalam mengatasi tantangan psikologis yang umum di masyarakat. Dalam konteks implikasi klinis, meta-analisis memberikan dasar yang kuat untuk mempertimbangkan meditasi sebagai komponen yang berharga dalam intervensi terapi mental

Comments

No comments yet.

Log in to comment