MEDITASI MINDFULNESS SEBAGAI MANAJEMEN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
Dheska Arthyka Palifiana, Sitti Khadijah, Ririn Wahyu Widayati, Dita Septian Anggraini
Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan October 30, 2024 DOI: 10.35328/kebidanan.v13i2.2768 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractPregnancy-related hormonal changes can cause anxiety, which if untreated may lead to preterm birth. This quasi-experimental study tested mindfulness meditation for reducing anxiety in 40 third-trimester pregnant women. Twenty women received mindfulness meditation and 20 received deep-breathing techniques, each over four sessions. Anxiety was measured with the Zung Self-Rating Anxiety Scale. In the mindfulness group, before the intervention 13 women had moderate anxiety and 7 had severe anxiety; afterward, 12 had mild anxiety, 8 had moderate anxiety, and none had severe anxiety. In the control group, anxiety increased: before, 11 had moderate and 9 had mild anxiety; afterward, 11 had moderate, 6 mild, and 3 severe anxiety. The analysis showed a significant reduction in anxiety with mindfulness meditation, indicating it is effective for managing childbirth-related anxiety.
Study at a glance
| Characteristics | Quasi-experimental with pretest-posttest control group design Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 40 |
| Population | Third-trimester pregnant women |
| Duration | 4 sessions |
| Topics | Meditation |
| Keywords | Psychotherapist Psychology |
| Key finding | Mindfulness meditation significantly reduced anxiety in pregnant women compared to deep-breathing techniques, with no severe anxiety remaining in the mindfulness group after intervention. |
Abstract
Perubahan pada kehamilan terjadi karena peningkatan hormon estrogen dan progesterone yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan psikis salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur (BBLR). Metode terapi komplementer untuk mengurangi kecemasan salah satunya adalah meditasi mindfulness. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas meditasi mindfulness terhadap kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest design with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dan Sampel penelitian yaitu 40 ibu hamil trimester III dengan pembagian kelompok perlakuan sebanyak 20 ibu hamil diberikan intervensi meditasi mindfulness sedangkan kelompok kontrol 20 ibu hamil diberikan intervensi teknik nafas dalam. Data kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale, intervensi dilakukan sebanyak 4 kali. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon. Didapatkan hasil untuk kelompok perlakuan terjadi penurunan kecemasan yaitu saat pretest (13 orang (65%) cemas sedang dan 7 orang (35%) cemas berat, sedangkan saat posttest 12 orang (60%) menjadi cemas ringan, 8 orang (40%) cemas sedang dan tidak terdapat kategori cemas berat. Untuk kelompok kontrol terjadi peningkatan kecemasan Dimana saat pretest kategori cemas sedang 11 orang (55%) dan 9 oran g(45%) cemas ringan, sedangkan saat posttest 11 orang (55%) cemas sedang, 6 orang (30%) cemas ringan dan 3 orang (15%) cemas berat. Hasil analisis data didapatkan p value 0,001 disimpulkan bahwa Meditasi Minfulness Efektif digunakan Sebagai Manajemen Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan.