Meditasi Buddhis dalam Menjaga Kesehatan Mental dan Tantangan Implementasinya
Budiono Budiono, Goey Adi Widjaja Gunawan, Eka Wulanndari, Riasih Riasih
JERUMI Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary June 12, 2026 DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8183 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractMental health is a critical issue in modern life, marked by rising stress and psychological disorders. Buddhist meditation offers a transformative approach through awareness and inner purification. This literature review examines Buddhist meditation's role in maintaining mental health and identifies challenges in its modern application. The analysis of classical Buddhist texts and modern scientific research shows that mental health in a Buddhist perspective involves a mind free from defilements (kilesa) developing toward wholesome consciousness (sobhana citta) and mental balance (upekkhā). Vipassanā meditation works through systematic awareness mechanisms that align with neuroscientific findings on emotion regulation and brain structure changes. However, modern implementation faces challenges of meaning reduction, lifestyle influences, and limited practical understanding. An integrative approach combining Buddhist teachings with modern scientific validation is needed.
Study at a glance
| Characteristics | Literature review Peer reviewed |
|---|---|
| Keywords | Mental health Psychology Sociology Gynecology Political science |
| Key finding | Buddhist meditation, particularly vipassanā, supports mental health through systematic awareness mechanisms that align with neuroscientific findings on emotion regulation and brain plasticity. |
Abstract
Kesehatan mental menjadi isu penting dalam kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya tingkat stres dan gangguan psikologis. Dalam konteks ini, meditasi Buddhis menawarkan pendekatan yang bersifat transformatif melalui pengembangan kesadaran dan pemurnian batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran meditasi Buddhis dalam menjaga kesehatan mental serta mengidentifikasi permasalahan dalam penerapannya di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian literatur sistematis sederhana, yang menganalisis teks-teks Buddhis klasik seperti Satipaṭṭhāna Sutta, Visuddhimagga, dan Dhammasaṅgaṇī, serta penelitian ilmiah modern di bidang psikologi dan neurosains. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Buddhis berkaitan dengan kondisi batin yang terbebas dari kilesa dan berkembang menuju sobhana citta serta keseimbangan batin (upekkhā). Praktik meditasi, khususnya vipassanā, bekerja melalui mekanisme kesadaran yang sistematis yang sejalan dengan temuan neurosains mengenai regulasi emosi dan perubahan struktur otak. Namun demikian, implementasi meditasi dalam konteks modern menghadapi tantangan berupa reduksi makna, pengaruh gaya hidup, serta keterbatasan pemahaman praktis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif yang mampu menggabungkan kedalaman ajaran Buddhis dengan validasi ilmiah modern untuk mendukung kesehatan mental secara komprehensif.