Peran Meditasi dalam Menghadapi Tekanan dan Tantangan Kesehatan Mental di Era Modern
Lie Li Cu, Lauw Acep, Edi Priyono
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan. February 25, 2026 DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2156 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractMeditation effectively reduces stress, improves self-awareness, focus, and mental resilience among young Indonesian Buddhists at Vihara Dhamma Citta Mempawah. The qualitative case study, based on in-depth interviews and participant observation, identifies key challenges to practice: maintaining consistency, technology distractions, and time constraints. The findings suggest that meditation programs should be adapted to the needs of modern generations, both in educational and religious community settings.
Study at a glance
| Characteristics | Qualitative case study Case report Peer reviewed |
|---|---|
| Population | Buddhist practitioners at Vihara Dhamma Citta Mempawah, Indonesia |
| Keywords | Mental health Medline Public health Political science Humanities |
| Key finding | Meditation effectively reduces stress, improves self-awareness, focus, and mental resilience among young Indonesian Buddhists. |
Abstract
Kesehatan mental menjadi isu krusial di era modern yang ditandai oleh tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, dan kecanduan teknologi. Meditasi telah terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis, namun sebagian besar penelitian menekankan aspek medis-psikologis dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pemahaman mendalam tentang peran meditasi dalam menghadapi tantangan khas generasi muda Indonesia masih terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi peran meditasi dalam mengelola tekanan mental melalui studi kasus kualitatif pada umat Buddha di Vihara Dhamma Citta Mempawah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil menunjukkan bahwa meditasi efektif menurunkan stres, meningkatkan kesadaran diri, fokus, serta ketahanan mental. Kendala utama mencakup konsistensi praktik, distraksi teknologi, dan keterbatasan waktu. Implikasi penelitian menekankan pengembangan program meditasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi modern, baik dalam konteks pendidikan maupun komunitas keagamaan.