Konseling dan Mindfulness Based Cognitive Theraphy (MBCT): Treatment bagi Pasien Kanker
Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho, Umi Halwati
Assertive: Islamic Counseling Journal June 3, 2022 DOI: 10.24090/j.assertive.v1i1.6985 (opens in new tab) via Semantic Scholar
Summary
AI-generated from the abstractDepression in cancer patients adds to the burden of treatment. Beyond biological factors, individual, interpersonal, and social factors—including lack of social support—affect mental health. Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) reduces depression during treatment and is developed as a prevention program for high-risk individuals to learn long-term wellness skills. This qualitative literature review examines counseling and MBCT as treatments for cancer patients. MBCT helps individuals shift from negative responses toward understanding alternative ways to respond to situations. By cultivating mindfulness, individuals can use techniques when negative emotions arise. Ideally, when sadness occurs and triggers negative associations that can lead to depression, MBCT helps replace negative thought patterns with positive ones. In practice, MBCT teaches individuals to disengage from maladaptive patterns of negative thinking that contribute to depressive symptoms.
Study at a glance
| Characteristics | Qualitative study Peer reviewed |
|---|---|
| Key finding | MBCT helps cancer patients reduce depression by replacing negative thought patterns with positive ones. |
Abstract
Masalah psikologis pada pasien kanker seperti depresi dapat menyebabkan beban tambahan selama perawatann. berbagai faktor yang memainkan peran kunci dalam depresi selain faktor biologis, Faktor individu dan faktor interpersonal dan sosial, dan kurangnya dukungan sosial juga berdampak pada kondisi mental pasien tersebut. Teknik MBCT sebagai terapi kognitif berbasis mindfulness telah ditemukan untuk mengurangi depresi pada individu selama proses perawatan. Oleh karena itu, manajemen klinis depresi mencakup terapi kognitif berbasis kesadaran (MBCT) dikembangkan sebagai program pencegahan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami depresi untuk mempelajari keterampilan agar tetap sehat dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konseling dan Mindfulness Based Cognitive Theraphy (MBCT) sebagai Treatment bagi Pasien Kanker. Metode dalam penelitian ini yaitu Kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka, yang kemudian datanya digunakan untuk analisis data. Teknik MBCT ini memungkinkan individu untuk menjauh dari respons negatif menuju pemahaman bahwa ada cara lain untuk merespons situasi. Dengan mengembangkan mindfulness, individu dapat menggunakan teknik kapan pun mereka ketika emosi negatif itu datang. Idealnya adalah ketika kesedihan terjadi dan mulai memunculkan semua asosiasi negatif yang dapat memicu depresi, MBCT akan membantu individu mengganti pola pikir negatif dengan yang positif. Teknik MBCT dalam praktiknya mengacu pada terapi kognitif yang mengajarkan individu untuk melepaskan diri dari pola maladaptif dari pemikiran negatif yang berkontribusi pada gejala depresi.