Skip to content

Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Sleep Paralysis Pada Mahasiswai Di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Caroline Dedy Mareta, Susy Olivia Lontoh

Ebers Papyrus January 12, 2023 DOI: 10.24912/ep.v28i2.20648 (opens in new tab)

Study at a glance

AI-extracted from the abstract
Characteristics Cross-sectional observational analytic study Peer reviewed
Sample size 124
Population Medical students at Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, class of 2020-2021 (36 men, 88 women)
Measures Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sleep paralysis questionnaire adapted from previous research
Key findings Among 124 medical students, 79.8% had poor sleep quality and 81.9% reported experiencing sleep paralysis. A Chi-square test showed a statistically significant association between sleep quality and sleep paralysis (p = 0.000), leading the authors to conclude that sleep quality is related to the occurrence of sleep paralysis.

Abstract

Mahasiswa kedokteran tidak lepas dari stress dalam kegiatan belajarnya. Salah satu dampak negatif dari stress adalah kurang tidur yang diakibatkan oleh gangguan tidur. Pada mahasiswa kedokteran penyebab utama dari sleep paralysis adalah kurang tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi apakah terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap kejadian sleep paralysis pada Mahasiswa/i di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahun angkatan 2020-2021 sebanyak 124 responden diantaranya diperoleh 36 orang laki-laki dan 88 orang perempuan. Penelitian ini menekankan kepada metode analitik observasional dengan desain cross-sectional (potong lintang). Pengambilan data ini untuk kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan untuk pengambilan data kuisioner sleep paralysis menggunakan kuesioner yang diambil dari penelitian sebelumnya/rujukan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini mahasiswa/i dengan kualitas tidur buruk menempati posisi dengan jumlah tertinggi sebanyak 99 (79,8%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i dengan kualitas tidur baik sebanyak 25 (20,2%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari mahasiswa/i yang termasuk mengalami kejadian sleep paralysis menempati posisi dengan jumlah tertinggi yaitu sebanyak 95 (81,9%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i yang tidak pernah mengalami kejadian sleep paralysis yaitu sebanyak 8 (100,0%) responden. Dari hasil diperoleh data yang didapatkan dilakukan analisis antara kualitas tidur dengan sleep paralysis menggunakan Chi-square Test dengan p-value = 0,000. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terhadapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur terhadap sleep paralysis.

Citations in the library