Hubungan antara kecemasan akademik dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama
Karla Amanda Permata, P. N. Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana April 27, 2019 DOI: 10.24843/jpu.2019.v06.i01.p01 (opens in new tab) via Semantic Scholar
Summary
AI-generated from the abstractSleep paralysis is a sleep disorder in which individuals are conscious but unable to move or speak for seconds or minutes, sometimes with difficulty breathing and chest tightness. It can occur at least once in a lifetime, with first onset typically between ages 14–18. Academic anxiety, an unpleasant feeling affecting physical and psychological states in academic situations, has been proposed as a cause. This study of 80 first-year medical students at Universitas Udayana found no relationship between academic anxiety and the occurrence of sleep paralysis, based on chi-square analysis.
Study at a glance
| Characteristics | Cross-sectional study Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 80 |
| Population | First-year medical students at Universitas Udayana, class of 2016/2017 |
| Keywords | Medicine |
| Key finding | No relationship was found between academic anxiety and the occurrence of sleep paralysis. |
Abstract
Sleep paralysis adalah gangguan tidur dimana individu memiliki kesadaran saat tidur tetapi tidak mampu bergerak dan berbicara dalam beberapa detik atau menit bahkan sulit bernapas serta merasakan sesak di dada. Sleep paralysis dapat dialami paling tidak satu kali dalam hidup manusia. Usia rata-rata individu pertama kali mengalami ganguan tidur ini adalah 14-18 tahun. Salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kecemasan. Sedangkan bentuk kecemasan mahasiswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan gelisah yang tidak menyenangkan yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis mahasiswa dalam situasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2016/2017 tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling daerah. Instrumen penelitian ini adalah skala kecemasan akademik dan skala sleep paralysis. Hasil yang diperoleh dari analisis chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Kata kunci: Sleep paralysis, Kecemasan Akademik, Mahasiswa FK Unud