Skip to content

Implementasi Mindfulness Based Stress Reduction pada Lansia Diabetes Melitus di Desa Bangun Rejo

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan January 3, 2026 DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4235 (opens in new tab)

Study at a glance

AI-extracted from the abstract
Characteristics Quasi-experimental single-group pre-post study Peer reviewed
Sample size 25
Population Older adults with type 2 diabetes mellitus in Bangun Rejo village, selected with posyandu cadres
Interventions Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) leaflet
Duration 6 MBSR sessions
Measures older-adult stress questionnaire (mild, moderate, severe), fasting glucose, 2-hour post-meal glucose, random glucose
Topics Meditation
Key findings After the MBSR-based program, severe stress disappeared (from 40% to 0%), with 72% at moderate and 28% at mild stress, and two-hour post-meal glucose shifted downward from mostly above 250 mg/dL to 36% at 150-200 mg/dL and 44% at 201-250 mg/dL. The authors indicate MBSR integrated with education and support can be implemented for older adults with diabetes at village level.

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) sebagai strategi pengelolaan stres dan dukungan regulasi emosi pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Bangun Rejo. Kegiatan menggunakan desain quasi-eksperimental satu kelompok pre–post. Sebanyak 25 lansia dengan diabetes melitus tipe 2 dipilih bersama kader posyandu sebagai mitra sasaran. Intervensi meliputi sosialisasi, edukasi tentang diabetes dan stres, pelatihan MBSR dalam 6 sesi, pendampingan praktik di rumah menggunakan modul, leaflet, buku monitoring, serta penguatan support group lansia. Tingkat stres diukur dengan kuesioner stres lansia (ringan, sedang, berat), sedangkan KGD dinilai melalui pemeriksaan glukosa puasa, 2 jam setelah makan, dan glukosa sewaktu. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebelum program, seluruh lansia berada pada kategori diabetes untuk ketiga parameter glukosa, dengan 60% berada pada stres sedang dan 40% stres berat. Setelah program, tidak ada lagi lansia dengan stres berat; 72% berada pada stres sedang dan 28% pada stres ringan. Distribusi glukosa 2 jam setelah makan bergeser dari dominasi kadar >250 mg/dL menjadi 36% pada rentang 150–200 mg/dL dan 44% pada 201–250 mg/dL. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi MBSR terintegrasi dengan edukasi dan dukungan dapat diimplementasikan pada lansia diabetes di tingkat desa.