Pengaruh Mindfulness Based Therapy Terhadap Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru
Dea Almayanti, Sri Yanti, Veni Dayu Putri, Angga Arfina
Borneo Nursing Journal (BNJ) March 30, 2026 DOI: 10.61878/bnj.v8i2.621 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Pre-experimental one-group pretest-posttest design Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 18 |
| Population | Patients with diabetes mellitus at Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru, Indonesia |
| Intervention | Mindfulness-Based Therapy |
| Duration | 8 sessions, 30 minutes per session |
| Measures | Diabetes Distress Scale (DDS-17) |
| Topics | Meditation |
| Key findings | Mindfulness-Based Therapy significantly reduced stress levels in patients with diabetes mellitus, with mean Diabetes Distress Scale scores dropping from 4.56 (high stress) before the intervention to 1.572 after eight 30-minute sessions (p < 0.05). |
Abstract
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Selain dampak fisik, DM menimbulkan beban psikologis signifikan seperti stres akibat pengobatan jangka panjang dan pembatasan pola hidup. Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memperburuk resistensi insulin dan mempersulit pengendalian kadar glukosa darah. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengelola kondisi ini adalah Mindfulness-Based Therapy (MBT) yang berfokus pada kesadaran diri dan penerimaan untuk mencapai ketenangan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Mindfulness-Based Therapy terhadap tingkat stres pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS-17) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi MBT dilakukan sebanyak 8 sesi dengan durasi 30 menit per sesi. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test.Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (61,1%), kelompok usia lansia awal (27,8%), dan tingkat pendidikan SMA (44,4%). Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat stres yang sangat signifikan. Nilai rata-rata (mean) stres saat pre-test adalah 4,56 (stres tinggi), dan setelah diberikan intervensi MBT, nilai rata-rata pada post-test menurun drastis menjadi 1,572. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi (P-Value) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan bahwa intervensi terapi berbasis mindfulness efektif dalam menurunkan stres pasien secara nyata. Mindfulness-Based Therapy berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat stres pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Terapi ini membantu responden merespons beban penyakit dengan lebih tenang dan menerima kondisi mereka. Disarankan bagi institusi kesehatan untuk mengintegrasikan MBT sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan aspek psikososial pasien penyakit kronis.