Skip to content

Mindfulness dan Self-Efficacy sebagai Prediktor Kesehatan Mental dalam Konteks Praktik Meditasi: Integrasi Perspektif Psikologi dan Buddhisme

Vita Ayu Retna Adyanti, Julia Surya, Budi Utomo

Journal of Education Research August 7, 2026 DOI: 10.37985/jer.v7i3.4143 (opens in new tab)

Study at a glance

AI-extracted from the abstract
Characteristics Ex post facto Peer reviewed
Sample size 50
Population Adolescents at Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya
Topics Meditation
Key points Mindfulness and self-efficacy together significantly predicted mental health, explaining 87.9% of variance (F = 170.168, p < 0.001). Individually, both mindfulness (β = 0.434) and self-efficacy (β = 0.545) had positive, significant associations with mental health.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mindfulness dan self-efficacy terhadap kesehatan mental dalam konteks praktik meditasi pada remaja di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dan self-efficacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental (F = 170,168; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,879, yang berarti kedua variabel menjelaskan 87,9% variasi kesehatan mental. Secara parsial, mindfulness (β = 0,434; p < 0,001) dan self-efficacy (β = 0,545; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pengembangan mindfulness dan self-efficacy dalam praktik meditasi berpotensi menjadi strategi efektif dalam program pembinaan remaja untuk meningkatkan kesehatan mental, sekaligus memperkuat pendekatan integratif antara psikologi modern dan nilai-nilai Buddhis.