Skip to content

Resensi: Psychosis or Mystical Religious Experience?—A New Paradigm Grounded in Psychology and Reformed Theology

Yahya Wijaya

Gema Teologika October 26, 2018 DOI: 10.21460/gema.2018.32.387 (opens in new tab)

Study at a glance

AI-extracted from the abstract
Characteristics Theoretical or philosophical paper Peer reviewed
Topics Mystical experience
Key points Proposes that reports of divine communication, such as hearing God's call or seeing a luminous figure, raise the question of whether they are psychotic symptoms or genuine religious mystical experiences.

Abstract

Seorang profesional mengaku mendengar panggilan Tuhan untuk meninggalkan pekerjaannya yang mapan untuk melayani sebagai relawan di daerah terpencil. Seorang penderita suatu penyakit mengaku melihat sosok bercahaya yang mengatakan bahwa ia akan segera sembuh, dan esok harinya ia benar-benar sembuh. Seorang yang sedang menghadapi dilema mengaku merasakan dorongan di dalam hatinya untuk membuka bagian tertentu dari Alkitab yang ternyata membantunya mengambil keputusan yang tepat. Bagaimanakah memahami pengakuan-pengakuan semacam itu? Apakah itu gejala kejiwaan yang dikenal sebagai psikosis atau pengalaman rohani yang disebut pengalaman mistik religius? Bagaimana dengan kisah-kisah dalam Alkitab, misalnya tentang Musa mendapat pesan Allah dalam melihat semak terbakar yang tidak hangus, Samuel mendengar suara Allah yang memanggil-manggil namanya yang semula disangkanya sebagai suara tuannya, dan

Explore topics