Ritual Penyembuhan dalam Shamanic Psychotherapy (Telaah Terapi Budaya di Nusantara)
Nuzulul Khair
Buletin Psikologi December 1, 2015 DOI: 10.22146/bpsi.10565 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Peer reviewed |
|---|---|
| Topics | Shamanism |
| Key points | Argues that the traditional-versus-modern medicine distinction frames traditional healing as biomedicine's predecessor, preserved relatively intact since before biomedicine reached the archipelago, and that this framing leads traditional medicine to be associated with villages, specific local ethnic cultures, and less-educated people. |
Abstract
Berbicara 1 masalah pengobatan, baik itu pengobatan fisik maupun psikis, seringkali dibedakan antara pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Modern dalam konteks ini berarti biomedis, sedangkan kata tradisional mengesan-kan bahwa pengobatan yang dipraktikkan sejak zaman dahulu (sebelum pengobatanbiomedis di nusantara) yang dipertahan kan sampai saat ini dalam bentuk yangrelatif utuh. Maka, tidak mengherankan kalau pengobatan tradisional sering diaso-siasikan dengan tempat dan manusia yang masih dianggap tradisional, yaitu identikdengan kampung, dengan budaya lokal etnis tertentu dan orang-orang sederhanayang kurang berpendidikan.