Program Edukasi Hadir Seutuhnya : Mengatasi Distorsi Kognitif dan Fear of Missing Out (FOMO) Remaja Melalui Integrasi Mindfulness dan Tafakur
Hizratul Musalma, Dedek Indriani, M Wahyu Alhabib, Nabila Annisa, Syafiyatul Ahzan Azmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa August 3, 2026 DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4788 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Community service program (educational intervention) Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 28 |
| Population | High school adolescents (10 male, 18 female) |
| Interventions | Mindfulness Tafakur |
| Topics | Meditation |
| Key points | The program aimed to improve adolescents' understanding of FOMO and cognitive distortion and to evaluate mindfulness and tafakur as management strategies. The authors propose mindfulness as training in nonjudgmental present-moment awareness and tafakur as a spiritually based cognitive restructuring tool. No outcome data are reported in the abstract. |
Abstract
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan distorsi kognitif semakin meningkat di kalangan remaja akibat intensifnya penggunaan media sosial sehingga berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, regulasi emosi, dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengimplementasikan Program Edukasi "Hadir Seutuhnya" pada 28 remaja SMA yang terdiri atas 10 laki-laki dan 18 perempuan . Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai FOMO dan distorsi kognitif serta mengevaluasi peran mindfulness dan tafakur sebagai strategi pengelolaannya. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kondisi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik refleksi diri, dan evaluasi kelompok. Mindfulness diterapkan untuk melatih kesadaran penuh pada momen kini secara nonjudgmental, sedangkan tafakur berperan sebagai sarana restrukturisasi kognitif berbasis spiritualitas Islam.