Pengaruh Mindful Breathing terhadap Peningkatan Subjective Well Being pada Pegawai Dinas Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial
Jurnal Ragam Pengabdian May 25, 2026 DOI: 10.62710/4r95qf23 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractA brief mindful breathing intervention over two weeks significantly improved subjective well-being and mindfulness among social workers in Indonesia. Eleven employees of the Musi Banyuasin Social Service participated in 15–20 minute mindful breathing sessions during work hours. Scores on well-being and mindfulness scales both increased significantly after the intervention, with every participant showing improvement. The findings suggest that a simple, brief breathing practice can be an effective, low-cost strategy to support psychological health and reduce emotional strain in public-sector workers who face intense interactions with traumatized clients.
Study at a glance
| Characteristics | Quasi-experimental one-group pretest-posttest Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 11 |
| Population | Employees of the Musi Banyuasin Social Service (Indonesia) |
| Intervention | Mindful breathing |
| Duration | Two-week intervention, 15–20 minutes per session |
| Topics | Meditation |
| Keywords | Breathing Diener Clinical psychology Medicine |
| Key finding | Mindful breathing significantly increased subjective well-being and mindfulness scores among social service employees. |
Abstract
Subjective well‑being (SWB) merupakan evaluasi individu terhadap kualitas hidupnya yang mencakup dimensi kognitif berupa kepuasan hidup serta dimensi afektif berupa emosi positif dan negatif. Pada sektor pelayanan publik seperti bidang rehabilitasi sosial, pegawai rentan mengalami kelelahan emosional akibat interaksi intensif dengan klien berkondisi traumatis. Kondisi ini berpotensi menurunkan SWB yang berdampak pada kualitas kinerja dan layanan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intervensi mindful breathing terhadap peningkatan SWB pada pegawai Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin. Metode kuantitatif dengan desain kuasi‑eksperimental one‑group pretest‑posttest digunakan, melibatkan 11 pegawai yang dipilih secara sensus. Instrumen pengukuran berupa skala SWB (49 item, α = 0,899) dan skala mindfulness (56 item, α = 0,927) disusun berdasarkan kerangka teori Diener dan Baer. Intervensi mindful breathing diberikan selama dua pekan, 15–20 menit per sesi pada jam kerja. Analisis paired sample t‑test menunjukkan peningkatan signifikan skor SWB (p = 0,006) dan skor mindfulness (p = 0,001) setelah intervensi. Seluruh partisipan mengalami kenaikan skor. Hasil ini menegaskan bahwa mindful breathing merupakan intervensi sederhana, aplikatif, dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai sektor publik. Praktik ini mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas kerja dan berpotensi menjadi strategi pemulihan dari tekanan emosional, sehingga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.