Dinamika Psikologis Near-Death Experience
Immamul Muttaqin, Moordiningsih - Moordiningsih
Indigenous December 31, 2019 DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.5655 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Qualitative study Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 6 |
| Population | Orang yang pernah selamat dari penyakit berisiko kematian atau kecelakaan parah dan divonis tidak selamat namun bisa selamat, berusia 17 tahun ke atas |
| Topics | Near-death experience |
| Key findings | Pengalaman NDE diawali dengan elemen kognisi, diikuti elemen transendental dan emosi, serta menghasilkan aftereffect berupa keikhlasan, penerimaan, dan berkurangnya rasa takut terhadap kematian. |
Abstract
Sebagian orang pernah mengalami pengalaman dekat dengan kematian atau Near-Death Experience. Pengalaman semacam ini sering kali disebabkan oleh penyakit yang parah, kerusakan organ vital karena kecelakaan, atau keadaan seperti tidak dapat menghidari kematian. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami dinamika psikologis pada orang-orang yang pernah mengalami pengalaman dekat dengan kematian (NDE). Informan pada penelitian ini dipilih secara purposive sampling dengan jumlah informan 6 orang yang memenuhi kriteria penelitian yaitu pernah selamat dalam melawan penyakit yang berisiko kematian atau pernah mengalami kecelakaan parah dan divonis tidak selamat namun bisa selamat, berusia 17 tahun keatas dan bersedia menjadi informan penelitian. Analisis Dalam penelitian menggunakan matriks, analisis deskriptif berbentuk narasi untuk menjelaskan hasil dari analisis data. Pengalaman dekat dengan kematian menyertakan perubahan secara sikap, aktivitas, dan pemikiran. Peneliti menyimpulkan bahwa pengalaman NDE diawali dengan elemen kognisi sebagai kejadian sesaat sebelum NDE seperti sering melamun, teringat pada orang tua, kemudian terdapat elemen transendental yaitu kejadian yang terjadi pada saat informan mengalami pengalaman NDE seperti bertemu dengan sesosok berjubah putih, melihat cahaya, melihat dirinya sendiri, bertemu kerabat yang telah meninggal lalu diikuti oleh elemen emosi berupa perasaan senang, bahagia, serta memiliki efek sesudah (aftereffect) ikhlas menjalani kehidupan, mampu menerima, dan berkurangnya rasa takut terhadap kematian.
Comparable studies
Other qualitative studies on near-death experience, most cited first.
| Study | Year | Design | Participants |
|---|---|---|---|
| Qualitative thematic analysis of the phenomenology of near-death experiences Cardiac arrest survivors | 2018 | Qualitative study | n = 34 |
| Do Suicide Survivors Report Near-Death Experiences? Persons who had been close to death as a result of a suicide attempt | 1982 | Qualitative study | n = 36 |
| The evolving self: finding meaning in near-death experiences using Interpretative Phenomenological Analysis Female participants who had near-death experiences | 2008 | Qualitative study | n = 3 |
| Investigation of the phenomenology, physiology and impact of spiritually transformative experiences - kundalini awakening. Persons having a spiritually transformative experience (e.g., spontaneous energetic... | 2021 | Qualitative study | |
| Near-death experiences and religion: A further investigation Near-death experiencers | 1984 | Qualitative study | n = 40 |