Studi Kasus Pada Kejadian Mimpi Prekognitif
Resha Nugradiatama, Gemah Nuripah, Yudi Feriandi
Prosiding Pendidikan Dokter August 8, 2015 DOI: 10.29313/kedokteran.v0i0.1512 (opens in new tab)
Study at a glance
AI-extracted from the abstract| Characteristics | Qualitative study Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 2 |
| Population | Two respondents with precognitive dream experiences |
| Key findings | Both respondents experienced literal precognitive dreams of high-order precognition and had good self-acceptance, family relationships, and external relationships, with no psychotic disorders. |
Abstract
Mimpi prekognitif adalah salah satu jenis mimpi dimana mimpi tersebut menjadi kenyataan di masa yang akan datang. Isi mimpi prekognitif termasuk kedalam high order precognition dimana isi mimpi memiliki kemiripan yang mendetail secara menyeluruh dengan kejadian yang terjadi di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik yang dimiliki orang dengan pengalaman mimpi prekognitif dan bentuk mimpi prekognitif yang dialaminya. Telah dilakukan penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling terhadap dua orang responden dengan kejadian mimpi prekognitif yang memenuhi kriteria inklusi melalui wawancara mendalam mengenai mimpi prekognitif, penerimaan diri, dan perjalanan hidup yang dianalisis dengan cara studi kasus life history yang menunjukan kedua responden mengalami mimpi prekognitif berbentuk literal precognitive dream yang termasuk dalam kategori high order precognition. Karakteristik orang dengan mimpi prekognitif adalah memiliki kemampuan penerimaan diri, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan lingkungan eksternal yang baik, dan tidak memiliki kelainan psikotik atau riwayat gangguan jiwa. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa orang yang mengalami mimpi prekognitif adalah orang yang memiliki penerimaan diri, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan lingkungan sekitar yang baik, serta tidak menunjukan kelainan psikotik.