Lucid Dream Dalam Fotografi ekspresi
Anca Putra Pramana, Richardvans Richardvans
Matalensa: Journal of Photography and Media August 29, 2025 DOI: 10.26887/matalensa.v5i2.5920 (opens in new tab)
Summary
AI-generated from the abstractLucid dreaming, a state where a person is aware they are dreaming and can control the dream's course, is visualized through expressive photography. The work, based on the creator's personal experiences, uses symbolic, emotional, and conceptual approaches to depict lucid dreams. The photographic series is divided into three sections: one representing the creator's own lucid dream experiences, another showing positive impacts like increased creativity and emotional control, and a third illustrating negative effects such as derealization and sleep disturbances. The project combines photography with digital imaging and augmented reality to enhance meaning and visual interaction, aiming to present lucid dreaming as a space for contemplation, reflection, and creativity within the human subconscious.
Study at a glance
| Characteristics | Peer reviewed |
|---|
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk memvisualkan fenomena Lucid Dream ke dalam medium fotografi ekspresi. Lucid Dream merupakan kondisi di mana seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi, bahkan mampu mengendalikan jalannya mimpi. Pengalaman ini memberikan dampak yang beragam, mulai dari peningkatan kreativitas, kendali emosi, hingga munculnya tekanan psikologis seperti derealisasi dan gangguan tidur. Berdasarkan pengalaman pribadi pengkarya, karya ini menggambarkan mimpi sadar secara visual melalui pendekatan simbolis, emosional, dan konseptual. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap persiapan, perancangan, dan perwujudan karya, dengan teknik fotografi yang dikombinasikan dengan digital imaging menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop. karya dibagi ke dalam tiga bagian: pertama menggambarkan pengalaman mimpi sadar yang pernah dialami pengkarya, karya berikutnya merepresentasikan dampak positif, dan karya terakhir menggambarkan dampak negatif dari Lucid Dream. Beberapa karya juga diperkaya dengan teknologi augmented reality melalui aplikasi Artivive untuk memperkuat makna dan interaksi visual. Hasil akhir dari penciptaan ini diharapkan dapat membuka perspektif baru tentang Lucid Dream sebagai ruang kontemplatif, reflektif, sekaligus kreatif dalam dunia bawah sadar manusia.