Efektivitas Teknik Mindfulness Metode STOP dalam Menurunkan Gejala Risiko Perilaku Kekerasan: Analisis Berdasarkan Etiologi
Gabriela Rosario Asriviananda, Yunita Astriani Hardayati
Lontara Journal Of Health Science And Technology July 15, 2026 DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.732 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractThe STOP mindfulness technique (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) reduces signs and symptoms of violent behavior risk in psychiatric patients, with effectiveness depending on the underlying cause. In four patients, those whose violent behavior was a core problem showed a significant 3-point symptom reduction after six sessions including three 20-minute STOP exercises. Patients whose violent behavior resulted from hallucinations showed a less significant 2-3 point reduction, as hallucination intensity hindered full mindfulness. Stabilizing hallucination symptoms before cognitive intervention is recommended for optimal outcomes.
Study at a glance
| Characteristics | Case study Case report Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 4 |
| Population | Patients with violent behavior risk in psychiatric nursing |
| Duration | Six sessions including three 20-minute STOP exercises |
| Topics | Meditation |
| Keywords | Intervention counseling Asperger syndrome Psychology |
| Key finding | STOP mindfulness technique reduced violent behavior symptoms more in patients with core behavioral problems (3-point reduction) than in those with hallucination-induced behavior (2-3 point reduction). |
Abstract
Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) merupakan masalah serius dalam keperawatan jiwa yang memerlukan kontrol emosi yang cepat. Teknik mindfulness metode STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) merupakan pendekatan kognitif untuk meningkatkan kesadaran diri pasien dalam mengelola kemarahan. Namun, efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada etiologi RPK, baik sebagai masalah utama (core problem) maupun efek dari halusinasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penerapan teknik mindfulness metode STOP terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien RPK. Studi kasus ini dilakukan pada empat pasien RPK. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: kelompok Core Problem serta kelompok Effect akibat halusinasi. Intervensi dilakukan selama enam pertemuan, mencakup tiga sesi latihan STOP selama 20 menit. Instrumen evaluasi menggunakan lembar observasi tanda dan gejala RPK sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok core problem menunjukkan penurunan gejala yang signifikan yaitu 3 poin. Sebaliknya, kelompok effect menunjukkan penurunan yang kurang signifikan yaitu 2-3 poin. Teknik mindfulness STOP sangat efektif pada pasien RPK tanpa gangguan persepsi sensori. Pada pasien RPK akibat halusinasi, intensitas halusinasi menjadi faktor penghambat utama kesadaran penuh (mindfulness). Perawat disarankan untuk menstabilkan gejala halusinasi terlebih dahulu sebelum memberikan intervensi kognitif STOP untuk hasil yang optimal.