PENGARUH MINDFULNESS-BASED STRESS REDUCTION (MBSR) TERHADAP INTENSITAS DISMINORE PADA REMAJA DI PUSKESMAS PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO
Jurnal Taman Ilmu dan Inovasi Abdimas Bina Sehat July 16, 2026 DOI: 10.29082/jabdimas/2026/vol2/iss1/56 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractDysmenorrhea is a common reproductive health issue among adolescent girls that can affect daily activities, academic performance, and quality of life. This pre-experimental study examined the effect of Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) on menstrual pain intensity in 30 adolescent girls with dysmenorrhea at a community health center in Mojokerto, Indonesia. Pain intensity was measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale. The Wilcoxon signed-rank test showed a significant reduction in pain intensity after MBSR (p = 0.000), leading the authors to conclude that MBSR is effective and can serve as a safe, easily applied nonpharmacological therapy for menstrual pain.
Study at a glance
| Characteristics | Pre-experimental one group pretest-posttest design Peer reviewed |
|---|---|
| Sample size | 30 |
| Population | Adolescent girls with dysmenorrhea at Puskesmas Pungging, Mojokerto |
| Intervention | Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) |
| Keywords | Nursing science Wilcoxon signed-rank test Job stress Medicine Gynecology |
| Key finding | MBSR significantly reduced dysmenorrhea intensity in adolescent girls, as indicated by a Wilcoxon signed-rank test p-value of 0.000. |
Abstract
Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, prestasi belajar, serta kualitas hidup. Nyeri haid terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah *Mindfulness-Based Stress Reduction* (MBSR), yaitu teknik yang mengombinasikan meditasi, latihan pernapasan, dan kesadaran penuh untuk membantu menurunkan stres serta persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh *Mindfulness-Based Stress Reduction* (MBSR) terhadap intensitas dismenore pada remaja di Puskesmas Pungging Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan desain *pre-experimental* dengan pendekatan *one group pretest-posttest design*. Responden berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih menggunakan teknik *purposive sampling*. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan *Numeric Rating Scale* (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore setelah pemberian intervensi MBSR. Uji Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai *p-value* = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa *Mindfulness-Based Stress Reduction* (MBSR) efektif dalam menurunkan intensitas dismenore pada remaja dan dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam mengurangi nyeri haid.