Skip to content

Ruqyah Berbasis Sufistik Sebagai Terapi Psiko-Spiritual Alternatif bagi Depresi

Muhammad Husein

JIS Journal Islamic Studies June 19, 2026 DOI: 10.71456/jis.v4i2.2093 (opens in new tab)

Study at a glance

AI-extracted from the abstract
Characteristics Systematic literature review Peer reviewed
Key findings Sufi-based ruqyah shows plausible potential as a supportive framework in holistic mental health care, integrating emotional catharsis, focused-attention mindfulness, and somatic support.

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi konseptual ruqyah berbasis sufistik sebagai salah satu bentuk mindfulness Islami melalui perspektif psikologi transpersonal dan psikoneuroi-munologi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengkaji bagaimana praktik penyembuhan Islam tradisional dapat dipahami dalam kerangka psikologis dan fisiologis kontemporer. Berbagai penelitian yang telah melalui proses peer review terkait ruqyah, penyembuhan sufistik, spiritualitas Islam, dan kesehatan mental ditelaah serta disintesis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam diskursus akademik kontemporer, di mana ruqyah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ritual mistik yang berkaitan dengan gangguan jin atau kesurupan, tetapi juga mulai dipahami sebagai suatu pendekatan psiko-spiritual yang holistik dan berpotensi membantu mengatasi gangguan psikosomatis serta berbagai tantangan psikologis pada masyarakat modern. Analisis dalam penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi yang saling berkaitan dalam ruqyah berbasis sufistik. Pertama, inabah berpotensi menjadi sarana katarsis emosional dan restrukturisasi kognitif yang membantu individu mengolah rasa bersalah yang belum terselesaikan serta kecemasan eksistensial. Kedua, praktik zikir dipahami memiliki kesamaan dengan mindfulness berbasis perhatian terfokus dan diduga dapat membantu mengurangi pikiran yang mengganggu serta mendukung regulasi sistem saraf parasimpatik. Ketiga, penerapan thibbun nabawi memberikan dukungan somatik yang melengkapi proses spiritual dan berpotensi membantu menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Sebagai kesimpulan, ruqyah berbasis sufistik menunjukkan potensi yang masuk akal untuk dipahami sebagai kerangka pendukung dalam layanan kesehatan mental yang bersifat holistik. Meskipun demikian, karena penelitian ini sepenuhnya didasarkan pada data sekunder, temuan yang diperoleh masih bersifat konseptual dan pendahuluan. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian empiris lebih lanjut, termasuk observasi klinis dan pengukuran fisiologis, guna mengkaji secara lebih mendalam mekanisme terapeutik serta implikasi praktis dari pendekatan ini dalam konteks nyata.