Kasus keracunan Inocybe sp. di Indonesia
September 8, 2020 DOI: 10.24252/psb.v6i1.15727 (opens in new tab) via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractMushrooms have long been used as food for their nutritional content and health benefits. In Indonesia, local communities often forage wild edible mushrooms, including Termitomyces, which is difficult to distinguish from the morphologically similar Inocybe. Most Inocybe species cause poisoning, though a few are used as food or medicine. Over the past 10 years, 7 Inocybe poisoning cases occurred in Indonesia, involving 31 victims, one of whom died. Inocybe contains toxic compounds muscarine and psilocybin. A major obstacle to identifying poisonous mushrooms is the lack of information, preservation, or documentation of samples. Basic knowledge of Inocybe mycology and its toxicity is essential to prevent future wild mushroom poisoning in Indonesia.
Study at a glance
| Characteristics | Quantitative literature-based study |
|---|---|
| Population | Inocybe poisoning cases in Indonesia |
| Duration | 10 years |
| Keywords | Physics Medicinal plant research |
| Citations | 13 |
| Key finding | Over the last 10 years, 7 Inocybe poisoning cases in Indonesia caused 31 victims and 1 death. |
Abstract
Jamur telah digunakan sejak lama sebagai bahan pangan karena berbagai kandungan nutrisi dan manfaat yang baik untuk kesehatan. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat lokal telah terbiasa merambah jamur liar edible untuk dikonsumsi. Salah satu jamur liar konsumsi yang sering dicari oleh masyarakat adalah Termitomyces . Namun jamur ini seringkali sulit dibedakan dengan Inocybe karena sruktur morfologinya yang sama terutama untuk masyarakat awam. Inocybe diketahui memiliki spesies yang sebagian besar seringkali menyebabkan keracunan. Namun juga terdapat sedikit dari jenis dari jamur ini yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat. Tulisan ini merupakan penelitian kuantitatif berbasis literatur. Selama 10 tahun terakhir, telah terjadi sebanyak 7 kasus keracunan Inocybe di Indonesia dengan total 31 orang korban dan 1 di antaranya meninggal dunia. Inocybe diketahui mengandung senyawa toksik yakni muscarine dan psilocybin . Kendala utama terkait identifikasi jamur penyebab keracunan salah satunya adalah minimnya informasi, preservasi, ataupun dokumentasi yang baik mengenai sampel jamur yang menyebabkan keracunan di Indonesia. Pengetahuan dasar mengenai aspek mikologi Inocybe dan potensi toksisitasnya merupakah salah satu hal penting untuk mencegah terjadinya keracunan jamur liar di Indonesia di masa mendatang.