Mindscape Collective is now The Consciousness Library. Same library, new name. You may need to sign in again. About the change
Skip to content

"Suwung": Pola penyelesaian masalah Kaum Sufi Suku Jawa di Kota Malang

Ninik Setiyowati

Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology April 26, 2021 DOI: 10.24854/jpu46 (opens in new tab) via DOAJ

Summary

AI-generated from the abstract

The Javanese concept of "Suwung" describes an empty, formless, and abstract state that embodies self-control and true awareness of the divine. For Sufi adherents, this is a spiritual peak experience akin to Maslow's description of feeling mentally outside oneself. Through Suwung, individuals can consciously and wisely solve life's problems. This qualitative phenomenological study, using symbolic interactionism and snowball sampling with triangulation via significant others, divided subjects into three groups: Sufi followers with unmet basic needs, those meeting needs through struggle, and those meeting needs easily. All three groups accepted problems by emptying themselves and receiving God in any condition, with Narimo (resignation) and gratitude as the basis for problem-solving. Three distinct thinking patterns emerged: surrendering to problems, compromising with facts, and seeking life's meaning.

Study at a glance

Characteristics Qualitative phenomenological study Peer reviewed
Population Sufi adherents in three categories based on fulfillment of basic needs
Keywords Penyelesaian masalah Suwung Fenomenologi Interaksionis simbolik Narimo
Key finding All three groups of Sufi subjects accepted problems by emptying themselves and receiving God in any condition, with Narimo and gratitude as the basis for problem-solving, and three distinct thinking patterns for solving problems emerged: surrendering, compromising with facts, and seeking life's meaning.

Abstract

“Suwung” merupakan istilah Jawa yang menggambarkan kondisi kosong, tidak mempunyai bentuk dan abstrak. Di dalamnya mengandung makna kekosongan yang bernuansa pengendalian diri yang sempurna dan kesadaran sejati akan diri yang berkaitan dengan ketuhanan. Suwung bagi kaum sufi merupakan sebuah pengalaman spiritual yang disebut peak experience. Peak experience menurut Maslow dijabarkan sebagai suatu kondisi saat seseorang secara mental merasa keluar dari dirinya sendiri (Davis, 2003). Melalui pemahaman Suwung ini, manusia dengan sadar dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan secara lebih bijaksana. Subjek penelitian ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu: (1) kelompok penganut paham sufi yang masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, (2) kelompok penganut paham sufi yang memenuhi kebutuhan dasar hidup dengan perjuangan, (3) kelompok penganut paham sufi yang memenuhi kebutuhan dasar hidupdengan mudah. Metode yang dilakukan adalah snowball sampling. Sedangkan validitas dilakukan dengan metode triangulasi significant other. Metode penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi dengan proses analisis data menggunakan interaksionis simbolik. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara mendalam sampai menemukan data jenuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga kelompok subjek mampu menerima suatu masalah dengan cara mengosongkan diri dan secara hakiki menerima Tuhan dalam kondisi apa pun. Keadaan Narimo dan syukur menjadi dasar penyelesaian masalah bagi seluruh subjek. Selain persamaan itu, ada tiga perbedaan pola berpikir dari kelompok subjek penelitian dalam memecahkan suatu masalah. Pertama, manusia memecahkan masalah yang dihadapi dengan kepasrahan. Kedua, menyelesaikan masalah dengan cara berkompromi dengan fakta. Ketiga, menyelesaikan masalah melalui pencarian makna akan hidup.

Comments

No comments yet.

Log in to comment